Hari Doa Sedunia untuk Panggilan ke 63, yang juga dikenal sebagai Minggu Panggilan 2026, telah dirayakan di Minggu Paskah IV/Minggu Gembala yang Baik pada tanggal 26 April 2026.

Berbagai kegiatan/aksi panggilan telah dilaksanakan oleh Paroki dan Komunitas/Tarekat di wilayah Keuskupan Surabaya dalam rangka Minggu Panggilan 2026 yang bertema Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi (One in Christ, United in Mission), guna mengajak umat, khususnya kaum muda, semakin menyadari dan menghidupi panggilan hidup yang diberikan Tuhan.

Kegiatan/aksi panggilan yang telah dilaksanakan antara lain meliputi Misa Minggu Panggilan, Expo/Pameran Panggilan, Talkshow, Sarasehan, Rekoleksi, Camping Rohani, Pesta Paskah Anak dan Minggu Panggilan, Nonton Bareng (NOBAR) tentang Panggilan, Doa Rosario Panggilan dan berbagai Aksi Minggu Panggilan lainnya.

Melalui kegiatan/aksi panggilan tersebut, umat diharapkan dapat mengenal lebih dekat kehidupan para imam, bruder, suster, dan frater, serta karya pelayanan mereka. Adapun kesaksian para narasumber yang membagikan perjalanan hidup dalam menemukan dan menghidupi panggilan, mulai dari masa pencarian, tantangan yang dihadapi, hingga sukacita dalam pelayanan diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi kaum muda untuk berani membuka hati terhadap kehendak Tuhan. Dengan demikian kegiatan/aksi panggilan yang diikuti dapat menjadi wadah refleksi, perjumpaan, serta promosi panggilan imam, bruder, suster, maupun panggilan hidup berkeluarga dan awam yang beriman bagi umat, khususnya kaum muda.

Seluruh kegiatan Minggu Panggilan 2026 berpusat pada Ekaristi dan doa, yang menjadi sumber serta puncak kehidupan Gereja. Melalui perayaan iman ini, umat diajak menyadari bahwa panggilan lahir dari relasi yang mendalam dengan Kristus dan bertumbuh melalui kehidupan doa yang setia. Oleh karena itu panggilan bukan sekadar pilihan profesi, melainkan tanggapan penuh iman terhadap kasih dan rencana Tuhan.

Semoga melalui kegiatan/aksi panggilan yang telah dilaksanakan oleh Paroki dan Komunitas/Tarekat, benih-benih panggilan terus ditaburkan dan dipelihara sehingga semakin banyak kaum muda yang berani mendengarkan suara Tuhan dan dengan penuh sukacita menjawab, “Ya Tuhan, inilah aku, utuslah aku.” (Yes 6:8).